Pembajakan! Udah hal yang gak aneh lagi untuk dibicarakan karena bajak-membajak ini sudah sangat marak terjadi dan tentunya paling sering dikomentarin, dicerca dan dicaci. Berbicara tentang pembajakan maka ujung-ujungnya nyangkut ke masalah kesadaran hukum, hak cipta, dan masalah untung rugi. Iya lah, pembajakan karya cipta itu merugikan kecuali satu pembajakan yang menguntungkan, apa hayo?? Ya pembajakan sawah donk, hehe..
Pembajakan software
Software apalagi yang sering dibajak kalo bukan yang keluaran Microsoft. Gak cuman di Indonesia siy software seperti Windows dan temen-temen Microsoftnya ini dibajak, tapi mau gimana lagi, beli yang asli kan jutaan. Jadi, kalo disuruh untuk gak pake software bajakan, hmmppfhh,, kayaknya mesti mikir-mikir dulu deh :p
Memang siy pembajakan software ini merugikan pihak pembuat software, tapi gimana ya, penetapan hukum, sanksi plus denda toh tidak pernah mengubah keadaan, pembajakan tetap saja ada. Makanya harus ada solusi dan pemecahan yang lain. Contoh yang real, Kampus ITB dan STT Telkom sudah menjalin kerja sama dengan pihak Microsoft untuk pengadaan software legal sehingga para mahasiswa bisa membeli lisensi produk Microsoft dengan harga murah bahkan gratis. Nah, kenapa juga agreement yang menguntungkan kedua belah pihak seperti ini tidak diusahakan oleh pemerintah Indonesia. Negosiasi kek biar bisa dapat lisensi dan produk legal yang murah secara udah jelas kalo disuruh beli produk asli kebanyakan masyarakat kan gak mampu.
Pembajakan CD/DVD
Nah yang ini siy bikin doyan ^_^ gimana nggak, dengan adanya versi bajakan, urusan koleksi lagu atau film terbaru jadi lebih mudah dan murah. Tapi, lagi-lagi ini menyangkut hak cipta yang harus dihargai. Jujur aja, udah jadi kebiasaan saya untuk berburu DVD bajakan tapi itu juga kalo nyari film-film yang dah lama atau yang baru tapi sudah gak beredar lagi di bioskop. Kalo ada film keren tetep aja nontonnya di bioskop kok, toh nonton kan bisa nomat cuman 10.000, gak beda jauh ma harga DVD bajakan yang cuman 5000. Urusan pembajakan ini katanya kan akan terus terjadi kalo masih banyak yang beli, jadi si pembeli ini yang harus sadar untuk gak beli yang bajakan. Hmm..bisa siy beli yang asli kalo pas obral dan harganya turun drastis tapi ya itu deh, film-film nya jadul dan gak komplit jadi gak banyak pilihan, gimana pun juga masih lebih puas milih DVD bajakan. So.. kalo disuruh gak beli yang bajakan, nyerah deh.. no comment ah, hehehe... Selama masih banyak yang jual, ya tetep saya bakal beli,, dan kalo semua tempat jualan DVD bajakan tutup yaaaa tetep saya juga gak
Pembajakan buku
Buku-buku yang saya tau ada versi bajakan-nya diantaranya kamus Inggris-Indonesia, Indonesia-Inggris, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Kamus Oxford, buku-buku latihan TOEFL, TOEIC, IELTS, dan buku-buku lokal perkuliahan lainnya. Wah, yang ini siy sudah jelas melanggar hak cipta. Sayangnya, di sisi lain, keberadaan versi bajakannya jelas juga bikin kantong slamet secara kalo mesti beli kamus tebal yang bisa dijadiin bantal itu harga aslinya.. hmm kayaknya enakan buat beli baju, sepatu,dan temen2nya :p
Lalu, gimana dengan acara kopi-mengkopi yang gak bermaksud komersil?
Ini biasanya berkaitan dengan dunia pendidikan dan dunianya mahasiswa. Acara kopi mengkopi buku, bahan ujian sampe contekan tugas udah jadi kegiatan sehari-hari. Alasannya banyak, mulai dari harga buku yang terlampau mahal, susah didapat, tidak ada cetakan baru atau ada juga yang pada dasarnya gak bisa menghargai hasil karya orang juga. Sebenarnya bisa saja siy minjem, dari perpustakaan, misalnya. Tapi, yang namanya minjem kan dibatas waktu, gak bisa seenaknya juga. Makanya, lebih enak punya sendiri meski dari hasil fotokopi, ya kan?
Itu semua baru contoh aja karena kalo bicara pembajakan sepertinya banyak ya, mulai dari barang elektronik, desain baju, sepatu, tas, sampe kosmetik. Yang pasti kalo ada yang rugi karena hal itu berarti ada yang untung juga.
Kamu sendiri gimana?
Masihkan membeli barang bajakan?
atau
Kalau diminta untuk ’Say No’ sama barang bajakan, bisa gak??
*sumber dan inspirasi dari sini
