Munajat Cinta

20 February 2008
Akhir-akhir ini, beberapa temen saya kerap berkeluh kesah soal kesendirian mereka dan keinginan mereka untuk memiliki pasangan. Masalah pernikahan belum jadi topik utama sebenarnya, tapi mengingat usia yang makin merayap, saya pribadi siy pikirannya dah gak jauh-jauh dari sana. Namun, mengingat saya baru saja patah hati, jadi pikiran soal itu mending saya kesampingkan dulu jauh-jauh deh..

Teman saya yang satu ini dulunya cuek dan antipati soal cowok. Baru beberapa tahun terakhir ini saja nampaknya mbak ini mulai berpikiran untuk punya seorang kekasih. Mungkin karena mengingat usia yang sudah bukan belia lagi ya.. Dalam beberapa kesempatan, beliau juga kerap berkeluh kesah menyoal tampilan fisik yang dinilainya tidak menarik dan ‘mungkin’ bisa jadi hambatan untuk mendapatkan pria idaman. Hmmfffph... saya siy cuman bisa jadi pendengar setia dan berusaha meyakinkan bahwa sudah takdir manusia untuk hidup berpasangan jadi beliau tidak perlu khawatir tidak mendapat jatah. (hehe,,, ini sebenernya penghiburan untuk saya sendiri, karena kalau bicara soal itu siy saya juga bingung karena saya belum tahu belahan jiwa saya itu siapa)

Teman saya yang lain, ceritanya beda lagi. Setelah setahun lebih sendiri, akhirnya gadis manis ini ngebet ingin segera punya pasangan lagi. Lebih karena kebanyakan rekan-rekan kerjanya sudah memiliki pendamping, teman saya ini akhirnya jadi sensitif kalo melihat orang pacaran, yang akhirnya bikin saya jadi tambah bingung juga karena saya malahan sudah bisa cuek dan bersikap masa bodoh. Iya, beneran, dulunya saya juga suka ngiri melihat orang berpasang2an sementara saya sendirian. Tapi saya juga gak tau napa akhir-akhir ini saya gak merasa begitu lagi padahal kalo ngomongin soal cinta-cintaan, saya kebanyakan sedihnya, apalagi baru-baru ini saya harus melepaskan orang yang paling saya sayang.

Ya begitulah.. permunajatan cinta ini memang bukan hanya cerita milik saya ataupun teman-teman saya. Mereka yang sudah memiliki pasangan pun masih saja ada yang bingung mikirin tepat tidaknya orang yang disamping mereka sekarang. Saya malahan seringnya merasa cape sendiri jatuh bangun terus sampai akhirnya saya gak peduli lagi dan gak mau mikirin lagi soal munajat-munajat cinta itu.


However, life goes on. Saya berharap semoga teman-teman saya itu bisa segera bertemu dengan pangerannya masing-masing. Setidaknya saya kan gak harus lagi menampung keluh kesah mereka... tapi mungkin nanti bisa-bisa malahan saya yang sensitif lagi ya... jadinya gimana niy?? Entahlah, mungkin sekarang sudah waktunya saya bermunajat lagi... *sigh*

Overtime but Underpaid

19 February 2008
Judulnya sedikit nyontek siy dari koran =D Jadi, ceritanya hari apa gitu ya di rubrik kampus koran PR tuh ngebahas soal kerja magang atau part time para mahasiswa yang notabene dapet gajinya dikit malah bisa gak dibayar tapi dikasih kerjaan yang bejibun sampai mesti kerja lembur.
Hmmppffhh..
Jadi inget jaman jamannya saya kerja dulu.
Saya bersyukur banget karena saya gak harus nganggur terlalu lama setelah lulus kuliah. Tapi…busyet dah.. pekerjaan pertama atau pengalaman pertama saya kerja itu bener bener dreadful, horrible, terrible and so on deh.. Underpaid, mungkin itu masalah yang umum di mana banyak pekerja yang ngalamin itu, kerja overtime tapi gak dibayar itu juga masalah yang ada aja di beberapa perusahaan di Indonesia ini. Nah, parahnya I experienced both ways and plus bonus bonus lainnya.
Pertama dapet kerja pertama kalinya itu pula saya harus banyak ikhlas… pertama saya dapet posisi n tugas tugas yang gak saya suka yaitu di bidang marketing.. but you know, if we believe we’re gonna do it well, everything runs well anyway. I had gone it through, horay :). Trus saya mesti menelan kekecewaan saya bahwa salary yang saya dapat gak sesuai banget bahkan untuk lulusan SMU sekalipun belum ditambah kenyataan bahwa jobdesc saya termasuk juga lembur melebihi jam normal yang edan edanan bahkan bisa hingga tengah malam…hiks…
Dan, seiring berlalunya waktu, ketika akhirnya saya menjabat sebagai sekretaris direksi tetap saja keberuntungan saya sepertinya ngilang entah kemana. Salary saya tetep gak naik-naik, masih juga harus kerja overtime dan ini niy ditambah lagi bonusnya mesti mengalami pelecehan seksual segala. Duh..GusTi!!
Pokoknya jauh dari kata menyenangkan n normal deh.. Segala galanya jadi tidak menyenangkan dimana orang orang dan lingkungan kerja nya pun semakin tidak menyenangkan, aturan aturan kerja nya pun aneh dan menyiksa.
So, impian saya cuman sederhana saja, saya ingin kerja di tempat dimana semua aturan jelas, tempat yang normal dimana semuanya serba normal dan sesuai.

Jadi Cewek? Ya Kayak Gini NiH...!!!

“To be a woman is to behave by following constructed custom and cultures, to gain several limitations and unfair treatments from society, and to live under the shadowing fear of rape.”

Itu satu kesimpulan yang saya tulis dalam salah satu essay saya jaman kuliah dulu yang topiknya ngebahas tentang eksistensi perempuan. Ngerasa gak siy kalo fakta fakta di atas tuh bener banget… Bukannya menyesali takdir hidup sebagai perempuan lho, tapi kalo udah ada hubungannya sama kehidupan masyarakat, dimana blunder yang salah mengenai perempuan masih saja asyik beredar terutama di kalangan masyarakat Indonesia kita yang berpikiran konservatif, jadi tetep aja saya ngerasain hal hal yang gak fair yang harus dialami seorang perempuan.
Coba deh inget, kalo semenjak kecil seorang anak perempuan sudah dikasih aturan-aturan yang beda sama anak laki laki. Nggak boleh duduk ngangkang lah, ngomong kasar apalagi ngomong jorok :p, harus lemah lembut lah, sampai yang hubungannya dengan mitos kayak gak boleh makan buah pisang yang paling ujung atau gak boleh duduk depan pintu. Termasuk juga beberapa kebiasaan yang di Indonesia ini masih mendarah daging ialah bahwa perempuan itu dilarang tahu apalagi membicarakan soal sex apalagi lagi nonton film film BF :p, perempuan itu harus pintar masak dan lain lainnya. Belum lagi perlakuan gak fair dari orang orang sekitar terutama kaum adam, dilecehkan baik secara verbal maupun non verbal sampai ya itu tadi yang terakhir disebut di atas bahwa menjadi perempuan berarti beresiko mengalami yang namanya perkosaan. Dan itu bener bener gak adil secara laki laki tidak harus mengalami ketakutan semacam itu.
Okelah zaman mungkin sudah ‘sedikit’ berubah. Hidup di jaman sekarang berbeda ketika menjadi perempuan dan hidup pada abad 19. Tapi…tetep aja ada orang orang (baca: cowok) yang masih juga berpikiran sempit…masih dan masih juga jadi cewek berarti sah sah aja menerima perlakuan ‘di suit in’ di tengah jalan lah, dicolak colek ma preman lah mpe dikasarin secara verbal (verbal abuse). Walah… bete banget kalo dah kayak gitu.
Apa makhluk makhluk cowok itu gak bisa ya dikit aja berhenti berpikiran jorok kalo liat perempuan???

--for you--

Cinta yang tulus
adalah...
Cinta yang tak akan luruh oleh tangis dan air mata
Takkan hilang terhimpit luka dan derita
Dan tak juga habis terkikis waktu dan asa

Dan seperti itulah adanya milikku
untukmu...

Untitled

I take a look back at the past two years and recall every single moment traced in my memory. I was there… In a point in time when my life turned out in diverse and became somewhat unusual. Circumspectly, I identify every notion left on my thought. I was there… and so was he… There was unconsciousness, recklessness…
A commencement of those days was full of ignorance… then all of a sudden things just came into an existence… I was there… reckoning every emerging signal of conviction. Such conduct carried out the heart and mind on a speculation. I decided… but my resolution seemed so weak that it got itself on some severe errors. Deepest of mind got offended by the fragile heart… and I fell.
…….
I take a look back at those times and bring to mind every single impression left on my reminiscence. He was there… Within his incomplete confusion, he stood still… He brought me the air of humanity, making me occupied with all the senses, reflexively… unconsciously.
…….
There we were… in a line of impartiality, we were lack of any chauvinism. But things must be on their own way… confirming decisive side of undeniable fate. Dreams were broken; it spoiled the brightness of passion. And here I am… so forlorn that I miserably slither on one side of life path.
Is there still any space for me to break in?

Rindu ini...

Rasa yang mendera ini beradu dalam diam
Aku merindukannya, merindukan saat-saat bersamanya...
Satu putaran waktu yang tercipta meski terkecam banyak risau
Ada resah di sana
Resah yg berujung pada satu realita
Sayapku kini telah patah
aku terjatuh.
dan kini...
ku masih merindunya...

Biar kuakhiri hanya sampai di sini...

Ada banyak kisah di dunia ini. Penuh liku dan warna. Tp kisah yg kumiliki seperti putaran roda yg bergerak hanya untuk kembali pada cerita yang sama. Mengulang setiap detil kisah yg pernah terjadi. Ada banyak cerita, tawa dan kesenangan, duka dan kesengsaraan, luka dan air mata, dan lebih banyak lg ketakutan.
Alur ceritanya begitu hebat, alur ceritanya terjalin dengan rapi, terlalu rapi, namun dalam satu masanya pun, selalu bisa kutebak bagaimana akhir dari cerita itu.
Seseorang berkata it was only a damn stupid mistake I always made.
(Haha) tidak demikian sayang...
Pernah ku coba memutuskan rantai cerita itu, yg ternyata hanya satu awal dari putaran roda yang berjalan menelusuri (kembali) setiap cerita yg pernah terjadi dalam banyak sisi kehidupanku.
Memang sudah seharusnya begitu.

(hhhhh) aku lelah...
begitu lelah mengarungi untaian kisah itu. terlalu lelah kalau harus menapaki jejak-jejak langkah yg pernah kubuat tanpa bisa berbalik arah.
Bila memang kisah itu akan berakhir
Biar semua kuakhiri hanya sampai di sini saja...

Kenalan Yuk...

02 February 2008
Welcome to my second blog :)
anyway, ini blog kedua saya setelah fs, dan seperti deskripsi pada judul, kali ini isinya semua hal yang kepikiran trus saya tulis deh...
Udah lama saya punya rencana pengen buat blog seperti ini tapi berhubung kebanyakan bengongnya, jadinya baru terealisasi sekarang deh :p
hope u enjoy it!