Apa yang kupikirkan? Apa yang kurasakan? Rasanya semua sudah menjadi kabur dan tak lagi nyata. Tak jelas, dan tanpa arah. Pikiran dan perasaan ini sudah terlalu penuh dengan banyak warna. Warna-warni dunia yang telah menjelmakan imajinasi semu yang seringkali tidak dengan mudah bisa beranjak ataupun dipaksa untuk pergi dan menghilang. Terhempas namun ada dan saling berhimpitan, mendesak ke dalam angan, menyelusup dalam akal, menetes ke dalam celah kalbu dan perasaan, hanya untuk menjadi sesuatu yang tak pasti dan tak menentu. Segalanya menjadi satu spekulasi semata. Dan aku tetap tak mengerti kenapa dan harus bagaimana.Ingin pergi dan menghilang.
Bukan maksudnya menjadi pecundang dengan lari dari semua kenyataan hidup yang harus dihadapi dengan kepala tegak. Hanya ingin menyepi sesaat. Waktu memang tak bisa begitu saja diputar sekehendak hati, karena itu aku mengalah, mengalah pada putaran waktu. Terserah, apapun yang harus terjadi, terjadilah. Tapi, tentu bukan berarti aku tinggal diam berpasrah diri membiarkan hidup menjadi sia-sia. Harus menata ulang hidup, dan aku memulainya dengan ini. Mencoba menetralisir segala macam pikiran-pikiran aneh yang lebih banyak didominasi ketakutan akan kenyataan hidup itu sendiri dan mulai berdamai dengan berbagai macam perasaan yang begitu saja hadir seiring dengan berlalunya waktu
Semua yang terjadi bukan untuk ditangisi, apalagi untuk disesali. Dan aku hanya ingin sejenak berhenti untuk mencari dan menyatukan kembali keping-keping asa dan segenap pemahaman yang pernah sirna.
Demi hidup.