Jangan Nyontek Lagi, Ya…!!

11 October 2008

Menanggapi artikel seseorang dengan inisial FE yang dimuat di Pikiran Rakyat yang terbukti plagiat karena merupakan hasil penggabungan beberapa tulisan orang lain yang dikutip tanpa mencantumkan sumber, dalam hati saya berkomentar, berani benar ya orang ini, mencontek tulisan orang lain dari internet, yang jelas mudah di akses siapa saja, lalu mengirimkannya ke surat kabar, yang juga sudah jelas media publik yang bisa dengan mudah di baca orang, tanpa pernah berpikir bahwa tindakannya pasti akan cepat diketahui dan ujung-ujungnya hanya akan mencemarkan namanya sendiri.

Terpikir pula, jika masih saja ada orang nekat semacam itu yang berani mempublikasikan tulisan plagiatnya, bisa dipastikan masih banyak orang-orang yang berani mengutip tulisan tanpa izin meski bukan untuk dipublikasikan ke khalayak umum secara luas, entah itu berupa tugas sekolah/kuliah, makalah, karya tulis, skripsi, dan lain sebagainya. Dan itu artinya mereka adalah pihak-pihak yang lebih senang cari gampangnya saja tanpa mau bersusah payah dan lebih bangga bukan dengan sesuatu yang dihasilkan dari kerja kerasnya sendiri.

Teringat juga bahwa masih selalu saja ada dan terjadi cerpen yang dicontek orang, puisi yang disalin ulang, artikel hingga opini yang dikutip mentah-mentah . Belum lagi sudah tak terhitung banyaknya cerita film, sinetron yang disadur tanpa mencantumkan sumber cerita aslinya berasal dari mana.

Apakah hal ini memang sudah menjadi bagian dari budaya? Budaya contek-mencontek, tidak menghargai hasil karya orang lain, dan senang cari gampangnya saja?

Entah, saya tidak ingat lagi apakah dulu setiap kali guru-guru sekolah memberi tugas yang berhubungan dengan tulis-menulis pada murid-muridnya, mereka terlebih dahulu menerangkan etika tulis menulis yang benar secara terperinci dan jelas? Juga mengingatkan bahwa jangankan mengutip opini yang jelas tertulis, mengakui opini yang keluar secara lisan dari pihak lain sebagai hasil pemikiran sendiri saja sudah merupakan satu kesalahan?

Yang saya ingat adalah demi menghindari acara kopi mengkopi tugas yang dengan mudah dilakukan dengan sistem copy paste menggunakan komputer, alih-alih memberi tugas yang harus diketik rapi dengan komputer, beberapa dosen lebih senang memberi tugas yang harus diketik dengan menggunakan mesin tik atau bahkan harus ditulis tangan saja. Dan walaupun cara ini tidak sepenuhnya menghilangkan kebiasaan contek-mencontek tugas, para dosen berpikir setidaknya jika mencontek pun tidak asal copy paste tanpa membaca, tapi menyalin ulang dengan mengetiknya atau menulisnya kembali memberi peluang sang pencontek untuk setidaknya membaca apa yang disalinnya.

Mengapa harus bangga dengan hasil contekan? Mengapa tidak bisa berbangga hati dengan karya hasil jerih payah sendiri? Mengapa tidak ada rasa malu mengakui karya orang lain sebagai milik sendiri?

Kebiasaan ini sepertinya sudah mengakar dan sulit dihilangkan.

Lalu, jika sudah begini siapa yang harus disalahkan?

*gambar dari sini

Karena Hidup Tak Selamanya Indah

27 July 2008
Jujur saja, rencana menyepi sepertinya tidak membawa hasil. Kenyataan yang terjadi adalah pikiran saya masih sering kusut, hidup saya tidak mengalami kemajuan apapun yang cukup signifikan, dan saya masih juga belum mampu menata ulang hidup seperti yang seharusnya dilakukan. Memang sih, hidup saya ini tidak berantakan-berantakan amat..tapi kalau saya biarkan begini terus, lama-lama itu sama saja dengan membiarkan diri saya jalan di tempat. Dan saya tak mau itu terjadi.

Sayangnya, untuk saat ini saya hanya bisa pasrah melihat hidup mengalir sedemikian rupa, apa adanya, seperti biasanya dengan bonus beberapa “kejutan tak menyenangkan” yang terjadi. Berawal dengan kenyataan bahwa saya harus merelakan seseorang hanya menjadi mimpi selamanya untuk saya. Dan di saat saya mampu untuk benar-benar rela tetap saja saya jadi merasa sendirian, sedikit merasa kehilangan, dan sedikit merasa iri dengan hidupnya yang nyaris sempurna. Dan selanjutnya, saya akhirnya terpaksa membuka mata terhadap banyak kenyataan pahit dalam hidup yang membuat ketakutan-ketakutan akan hidup yang saya rasakan, yang rencananya ingin saya buang jauh-jauh, malah semakin membesar. Pada akhirnya, pikiran saya yang bertambah penuh sesak membuat saya merasa semakin tak menentu.


Nampaknya kali ini, saya hanya bisa menghela nafas dan bersabar. Barangkali, kejutan yang lebih menyenangkan akan segera terjadi dalam beberapa waktu ke depan, dan tentu saja, sedikit perubahan untuk hidup saya. Semoga.

Moment of weakness..

12 July 2008
Apa yang kupikirkan? Apa yang kurasakan? Rasanya semua sudah menjadi kabur dan tak lagi nyata. Tak jelas, dan tanpa arah. Pikiran dan perasaan ini sudah terlalu penuh dengan banyak warna. Warna-warni dunia yang telah menjelmakan imajinasi semu yang seringkali tidak dengan mudah bisa beranjak ataupun dipaksa untuk pergi dan menghilang. Terhempas namun ada dan saling berhimpitan, mendesak ke dalam angan, menyelusup dalam akal, menetes ke dalam celah kalbu dan perasaan, hanya untuk menjadi sesuatu yang tak pasti dan tak menentu. Segalanya menjadi satu spekulasi semata. Dan aku tetap tak mengerti kenapa dan harus bagaimana.

Ingin pergi dan menghilang.

Bukan maksudnya menjadi pecundang dengan lari dari semua kenyataan hidup yang harus dihadapi dengan kepala tegak. Hanya ingin menyepi sesaat. Waktu memang tak bisa begitu saja diputar sekehendak hati, karena itu aku mengalah, mengalah pada putaran waktu. Terserah, apapun yang harus terjadi, terjadilah. Tapi, tentu bukan berarti aku tinggal diam berpasrah diri membiarkan hidup menjadi sia-sia. Harus menata ulang hidup, dan aku memulainya dengan ini. Mencoba menetralisir segala macam pikiran-pikiran aneh yang lebih banyak didominasi ketakutan akan kenyataan hidup itu sendiri dan mulai berdamai dengan berbagai macam perasaan yang begitu saja hadir seiring dengan berlalunya waktu

Semua yang terjadi bukan untuk ditangisi, apalagi untuk disesali. Dan aku hanya ingin sejenak berhenti untuk mencari dan menyatukan kembali keping-keping asa dan segenap pemahaman yang pernah sirna.

Demi hidup.

Tentang Perasaan

07 June 2008
Susah ya bicara soal perasaan. Sulit juga untuk menjabarkan apa maknanya. Terkadang kita bisa salah merasa, salah mengira, terlalu cepat menyimpulkan. Suka, sayang, cinta, ataukah itu mungkin sebenarnya hanya perasaan kagum atau perasaan nyaman saja?

Ada yang langsung bisa merasa cinta bahkan pada pandangan pertama, perkenalan pertama, pertemuan pertama, kencan pertama, bisa merasa bahwa dialah satu-satunya, pasangan hidup, belahan jiwa, jodoh yang diciptakan Tuhan untuk kita.
Ada juga yang perlu waktu lama untuk memahami bahwa yang dirasa adalah cinta dan mengikrarkannya di saat semuanya menjadi percuma. Ada yang bilang bahwa suka, sayang dan cinta itu adalah hal yang berbeda. Ada pula yang berkata ini bukanlah cinta, namun hanya keegoisan yang bicara, nafsu semata. Ada pula yang bercerita, bisa merasa nyaman tanpa bisa merasa getar-getar perasaan, tak ada chemistry, tak mampu menyentuh hati.

Dengan cara apa kita bisa mengartikan sesuatu rasa yang perlahan dan mungkin tanpa disadari hadir di relung hati? Secepat apa rasa itu harus disimpulkan maknanya hingga menjadi satu wujud nyata yang mutlak terakui keberadaannya? Seberapa lama kita bisa menyadari bahwa yang dirasa itu benar-benar cinta?

Mengapa kita bisa dengan begitu mudah mengucap cinta? Tak peduli seperti apa rasa itu sesungguhnya dalam hati, jika rasa itu telah terakui dengan pasti dan mulai menetap dalam hati, selalu akal dan pikir akan tercemar satu naluri. Naluri untuk mencinta. Tapi mengapa begitu mudahnya manusia mengartikan sesuatu rasa itu sebagai cinta, yang bisa saja hanya hadir sesaat karena kerapuhan semata? Kelemahan sang jiwa yang haus akan buaian mesra dan indahnya kisah yang mungkin tercipta.

Jiwa yang rapuh itu tersentuh dan akhirnya merasa sakit saat terluka karena sesuatu rasa itu. Dikala terjatuh. Ketika kenyataan tak sesuai dengan keinginan yang diharapkan. Atau ketika perasaan itu telah menjadi beban dan tak mampu terucapkan. Atau disaat sesuatu rasa yang telah hadir itu harus terabaikan dan tak teracuhkan.

Rumitnya bicara tentang perasaan yang hanya bisa terasa dalam hati. Bisa begitu mudah terabaikan, dan baru terasa adanya saat mulai kehilangan. Perlu segenap nyali hanya untuk membuatnya teryakini, menjadikannya hidup dan memberi arti.

Time will heal..

31 May 2008
Hehe.. akhirnya nulis lagi deh. Entah kenapa beberapa minggu terakhir ini saya ngerasa kecapean banget, hiks! Plus banyak pikiran kyknya, entah mikirin apa saya juga gak ngerti =p yang jelas itu bikin kinerja otak saya jadi kacau balau hingga setiap kali mulai (maksain) buat nulis yang ada baru satu paragraf aja udah ngerasa mentok, otaknya seret gituh, serasa aja bikin essay ato makalah haha.. beneran.. even nulis hal2 biasa yang terjadi sehari-hari atau perasaan yang lagi saya rasain di diary manual aja gak bisa. So weird!! Hmm.. gak juga siy.. yah sepertinya saya hanya kurang tidur ajah jadi butuh istirahat.. aaahhh…manja hehe.
Jadi, maap buat yang sudah bolak-balik berkunjung ke rumah ini dan berharap ada update-an terbaru akhirnya terpaksa menelan kecewa :)

Dan hari ini, saat ini.. meski teteup masih juga kurang tidur dan cuman sempet tidur beberapa jam semalam, saya lagih ngerasa FRESH :) tp bukan berarti lagi seneng.. okay, kalo mau jujur sebenernya ada beberapa hal yang masih juga betah nyangkut di pikiran saya ini.

satu
Kadang saya sebel dan ngerasa gak betah sama kerjaan saya yang sekarang. Iya saya tau harusnya saya bersyukur mengingat sangat tingginya data statistik jumlah pengangguran di Jawa Barat ini, saya masih bisa.. masih bisa jadi orang yang gak termasuk dalam daftar itu, hihi. Ya gitu, namanya juga manusia seringnya gak puas, tapi…saya juga gak ngerti gak puas apanya?? Hhhmmpffh, mungkin saya hanya HARUS nemuin kerjaan dan suasana kerja yang cocok ajah. Tapi apa iya bisa? Namanya juga jadi kuli, mana ada yang enak >_<

dua

Saya udah berjanji dan berusaha untuk ngelupain masa lalu dan mulai lagi lembaran-lembaran baru dalam hidup saya.. tapi masih aja satu hal itu tertinggal..ketinggalan..membekas..ato apalah itu namanya ya intinya masih juga ngikut-ngikut. Perasaan sakit hatinya saya sama satu cowok, yang sayangnya, pernah saya sayang. Harusnya saya maafin, memang, kalo dia mau minta maaf sama sayah sambil sujud-sujud, huehehe.. nah, masalahnya itu gak mungkin banget terjadi secara dia nganggep saya ini sampah seolah saya ini makhluk paling najis tanpa melihat kesalahannya sendiri. *
sigh*

tiga
Ada saat-saat dimana saya merasa asing dengan diri saya sendiri, seolah itu bukan saya, ato gak percaya saya bisa melakukan sesuatu hal. Kalau hal yang baik emang gak jadi masalah tentu, tapi hal yang jelek?? Tiap orang punya banyak sisi dalam hidupnya, sepertinya begitu ya. Ah, tapi tetep aja membingungkan, seperti di saat dulu, di mana saya melakukan sesuatu hal yang saya pikir itu adalah sisi lain dari diri saya tapi sebenernya gak seharusnya saya lakukan, coz it’s just a fake, I just imitated others, perhaps. So, makanya sekarang saya berusaha keras buat membenahi diri sendiri dan tetep HARUS jadi diri sendiri.
Just be your self!! Terkesan gampang padahal prakteknya susah. Harus kenal diri sendiri dulu sebelum kenal orang lain, harus ngerti diri sendiri dulu sebelum bisa ngertiin orang lain, harus sayang sama diri sendiri dulu sebelum sayang sama orang lain.

Hmm.. jadi inget, sahabat saya pernah bilang…
that I had always been such a complicated friend for her.. semuanya complicated.. pikiran saya.. jalan hidup saya.. semua yang terjadi sama saya, nasib saya, soal keluarga, soal temen, soal cowok…kecuali satu hal…nilai kuliah saya yang gak pernah bermasalah, haha. Yeah, you know, I’ve been in some miseries for years.. and now here I am.. I’m now quite happy with what I have, appreciating what I get, and still.. fighting for what I have dreamt of. Hmmppfhh..this year is a new beginning… saya berusaha memperbaiki semuanya, iyah semua-semuanya dan mulai dari awal lagi…dan syukurlah, it seems that God consents to this. Moga aja ya everything will run smoothly from now on.. ahh.. gak bisa gitu juga ya,, the wheel turns, jadi harus siap-siap juga, unexpected things might happen.
Hehe.. apaan siy saya koq jadi curhat =p

Btw, this is Saturday!!! To all of you: happy Saturday night yah :)
Have a nice weekend juga.