Tentang Perasaan

07 June 2008
Susah ya bicara soal perasaan. Sulit juga untuk menjabarkan apa maknanya. Terkadang kita bisa salah merasa, salah mengira, terlalu cepat menyimpulkan. Suka, sayang, cinta, ataukah itu mungkin sebenarnya hanya perasaan kagum atau perasaan nyaman saja?

Ada yang langsung bisa merasa cinta bahkan pada pandangan pertama, perkenalan pertama, pertemuan pertama, kencan pertama, bisa merasa bahwa dialah satu-satunya, pasangan hidup, belahan jiwa, jodoh yang diciptakan Tuhan untuk kita.
Ada juga yang perlu waktu lama untuk memahami bahwa yang dirasa adalah cinta dan mengikrarkannya di saat semuanya menjadi percuma. Ada yang bilang bahwa suka, sayang dan cinta itu adalah hal yang berbeda. Ada pula yang berkata ini bukanlah cinta, namun hanya keegoisan yang bicara, nafsu semata. Ada pula yang bercerita, bisa merasa nyaman tanpa bisa merasa getar-getar perasaan, tak ada chemistry, tak mampu menyentuh hati.

Dengan cara apa kita bisa mengartikan sesuatu rasa yang perlahan dan mungkin tanpa disadari hadir di relung hati? Secepat apa rasa itu harus disimpulkan maknanya hingga menjadi satu wujud nyata yang mutlak terakui keberadaannya? Seberapa lama kita bisa menyadari bahwa yang dirasa itu benar-benar cinta?

Mengapa kita bisa dengan begitu mudah mengucap cinta? Tak peduli seperti apa rasa itu sesungguhnya dalam hati, jika rasa itu telah terakui dengan pasti dan mulai menetap dalam hati, selalu akal dan pikir akan tercemar satu naluri. Naluri untuk mencinta. Tapi mengapa begitu mudahnya manusia mengartikan sesuatu rasa itu sebagai cinta, yang bisa saja hanya hadir sesaat karena kerapuhan semata? Kelemahan sang jiwa yang haus akan buaian mesra dan indahnya kisah yang mungkin tercipta.

Jiwa yang rapuh itu tersentuh dan akhirnya merasa sakit saat terluka karena sesuatu rasa itu. Dikala terjatuh. Ketika kenyataan tak sesuai dengan keinginan yang diharapkan. Atau ketika perasaan itu telah menjadi beban dan tak mampu terucapkan. Atau disaat sesuatu rasa yang telah hadir itu harus terabaikan dan tak teracuhkan.

Rumitnya bicara tentang perasaan yang hanya bisa terasa dalam hati. Bisa begitu mudah terabaikan, dan baru terasa adanya saat mulai kehilangan. Perlu segenap nyali hanya untuk membuatnya teryakini, menjadikannya hidup dan memberi arti.

21 komentar:

Hendycam said...

waduh....sampe harus baca berkali2 baru ngerti artinya.

cinta..cintaa..

pndapat masing2 orang berbeda...

klo buat gw...pribadi.

Gw dapat merasa cinta pada seseorang jika sudah tau sifatnya...dan juga dapat menerima kekurangannya..

Makanya selalu terlambat buat "nembak"....klamaan di analisa sifatnya....
hiks2...

Toim said...

terkadang perasaan bs menipu qt.benci ternyata cinta bgt jg sebaliknya :D

hari Lazuardi said...

Cinta itu berjuta rasanya…
Jika kau pernah merasakannya…
Akan kembali pada dirimu dalam memperlakukan cinta itu…
Apakah akan kau syukuri
Apakah akan kau nikmati atau
Apakah akan kau rusak dan permainkan…

Antown said...

dear peri...
paragraf terakhir di tulisanmu bagus bgt. Enak dibaca dan perlu.
Masih belum bisa ngelupain seminggu yang lalu nih??

Republik Gaptek said...

Jiwa yang rapuh itu tersentuh dan akhirnya merasa sakit saat terluka karena sesuatu rasa itu. Dikala terjatuh. Ketika kenyataan tak sesuai dengan keinginan yang diharapkan. Atau ketika perasaan itu telah menjadi beban dan tak mampu terucapkan. Atau disaat sesuatu rasa yang telah hadir itu harus terabaikan dan tak teracuhkan.


DALAM BANGET...KAYAK GUE SEKARANG

Anonymous said...

hmm.. perasaan gw gak enak nih... hihihi

Anonymous said...

wahy gimana ya klo bahas tentang perasaan aku aja bingung.. bedanya aja aku ngga tau.. yang aku tau aku ngerasain.. ngga bisa dibilangin gimana rasannya soalnya yang bisa ngegambarin perasaan cuma dirinya sendiri..

diana bochiel said...

cinta...cinta...
kentut..
hehehehehehehehehe

Anonymous said...

bu oh buuuu

huahuauauauauuah

beneran dirimu musti dengerin siaran cinta diriku :D

arifgiyanto said...

Aku kutip pertanyaan Lizzie Bennet dan jawaban Mr. Darcy di 'Pride & Prejudice'. Bisa jadi, itu cinta.

“How could you begin? I can comprehend your going on charmingly, when you had once made a beginning; but what could set you off in the first place?”

“I cannot fix on the hour, or the spot, or the look, or the words, which laid the foundation. It is too long ago. I was in the middle before I knew that I had begun.”

Anonymous said...

waw.. tulisannya bagus..

kuliah jurusan pujangga yah?

Abimanyu said...

hmmm...
saya si sangad telmi untuk jatuh cinta..
butuh waktu bertahun2 untuk membangunnya..
yang terakhir ini butuh 3 tahun.. eh hancur dalam 1 hari.. gila gak tu??

Anonymous said...

cinta..?? hhmmmm harap jangan lupa cinta bukan cuma buat lawan jenis ajah loh... ama keluarga, pekerjaan, hewan peliharaan dll... cinta pada diri sendiri juga penting say.. salah satu carany a dengan jaga kesehatan 'kali yaa... piss aja dech..

CIAO ITALIA! said...

Kami mengundang temen-temen semua ke peluncuran buku ini.



http://gagasmedia.net
Book Launch & Book Discussion Ciao Italia!
Siapa juga yang nggak pengen ngerasain nikmatnya pizza asli Italia? Negara yang satu ini, emang banyak dilirik para turis sebagai salah satu negara yang eksotik dan kental nilai budayanya.

Tapi... kalo nggak kesampaian datang ke sana, jangan sedih! Karena di launching buku Ciao Italia, kamu bisa merasakan indahnya sensasi negara itu tanpa harus jauh-jauh datang ke sana. Nggak perlu takut dibohongin! Karena penulisnya adalah orang asli Indonesia yang sempat live in di Italia, lho. So, buruan catat agendanya ya!

Hari/tanggal: Selasa, 17 Juni 2008
Pukul: 14.00 WIB - selesai
Tempat: Pusat Kebudayaan Italia, Jl. HOS. Cokroaminoto 117, Menteng, Jakarta Pusat
Pembicara:
- Gama Harjono (Penulis Ciao Italia)
- Bella Saphira (Artis)
- Filomena Vaccaro (Warga Italia)

astrid savitri said...

hal-hal yg ada di hati memang njlimet -- makanya disebut perasaan..tapi bukankah Tuhan memberi perasaan satu paket dengan pikiran??

saat perasaan menjadi rumit dibicarakan, maka logika lah yg ambil peran..

rizal.. said...

cinta lagi..cinta lagiii...
sesuatu yang simple, namun seringkali dipanang sebagai suatu yang kompleks..termasuk cara pandang sang penulis ini.. hehehe... santai aja, cinta itu universal, cinta itu tidak perlu dibentuk, cinta itu telah dan akan selalu ada dalam diri kita.. maka, mari mencintai...

Annie said...

hehe iya ya... seorang yg kuat pun kalah klo udah bermasalah dg perasaan...:)

Antown said...

belum diupdate nih...
oya, ikut kopidarat gak tg 29 di bandung?

Anonymous said...

susah juga mo koment, sesusah menguapkan perasaan,,halah...:)
met knal aja ah

A. Mommo said...

wah... perasaan memang tak bisa dijelaskan dengan apapun.

Anonymous said...

Satu hari setelah patah hati ditinggal seorang cewek yang mengisi hidup saya selama 5 (Lima!) tahun terakhir, saya tiba2 mengenal seorang cewek lain yang membuat saya merasa nyaman. Dan sampai sekarang saya ngga tau bagaimana menerjemahkan perasaan ini. Dan kalaupun ditanya, sy cuma bisa jawab:

"Saya nggak tau ini pelarian atau bukan, saya cuma tau kalau saya ngerasa beruntung bertemu perempuan itu. A cure for broken heart."

Post a Comment

Makasih komentarnya :)