Apa yang kupikirkan? Apa yang kurasakan? Rasanya semua sudah menjadi kabur dan tak lagi nyata. Tak jelas, dan tanpa arah. Pikiran dan perasaan ini sudah terlalu penuh dengan banyak warna. Warna-warni dunia yang telah menjelmakan imajinasi semu yang seringkali tidak dengan mudah bisa beranjak ataupun dipaksa untuk pergi dan menghilang. Terhempas namun ada dan saling berhimpitan, mendesak ke dalam angan, menyelusup dalam akal, menetes ke dalam celah kalbu dan perasaan, hanya untuk menjadi sesuatu yang tak pasti dan tak menentu. Segalanya menjadi satu spekulasi semata. Dan aku tetap tak mengerti kenapa dan harus bagaimana.Ingin pergi dan menghilang.
Bukan maksudnya menjadi pecundang dengan lari dari semua kenyataan hidup yang harus dihadapi dengan kepala tegak. Hanya ingin menyepi sesaat. Waktu memang tak bisa begitu saja diputar sekehendak hati, karena itu aku mengalah, mengalah pada putaran waktu. Terserah, apapun yang harus terjadi, terjadilah. Tapi, tentu bukan berarti aku tinggal diam berpasrah diri membiarkan hidup menjadi sia-sia. Harus menata ulang hidup, dan aku memulainya dengan ini. Mencoba menetralisir segala macam pikiran-pikiran aneh yang lebih banyak didominasi ketakutan akan kenyataan hidup itu sendiri dan mulai berdamai dengan berbagai macam perasaan yang begitu saja hadir seiring dengan berlalunya waktu
Semua yang terjadi bukan untuk ditangisi, apalagi untuk disesali. Dan aku hanya ingin sejenak berhenti untuk mencari dan menyatukan kembali keping-keping asa dan segenap pemahaman yang pernah sirna.
Demi hidup.
10 komentar:
SEMANGAT MBAKi
Pfuh... sebenarnya aku berjuang untuk berkomentar yang PERTAMA. Tetap aja ak yang kedua. It's ok. Aku takut kamu kebablasan autis, Peri. Hehe.... Aku selalu ingin didoakan sebagai orang yang utuh (kalo ada yang mau, sih). Utuh itu sadar. Sadar kalo hidup dan mati itu tipis. Sadar kalo seneng dan susah itu tak berjarak. Sadar kalo berjuang dan menyerah itu selaras. Sadar bahwa siapapun bisa bahagia, pula ia bisa sengsara... dalam satu waktu. Hegh!!
yeah! all u need a solitude, sist!
kayaknya butuh hiatus sejenak dr kesibukan :)
never give up sist!..all u have to do is have some faith.. :)
Kala sedih, kala bahagia, kala tersenyum, kala menangis……semua itu hanyalah suatu perjalanan dalam lika liku kehidupan. Seiring waktu berlalu, semua hanya kan menjadi kenangan belaka dan bahkan kesedihan pun bisa menjadi kenangan yang terindah dalam hidup yang bisa membuat tersenyum. Masa masa terpuruk hinggap pada semua orang tidak pandang bulu, baik pada pria, wanita, dewasa, orang tua bahkan pada anak anak, karena masa itu adalah suatu tempaan alam untuk menuju level kepribadian yang lebih tinggi. Namun yang harus dipertahankan adalah optimisme, berusaha keras, dan doa.
Semoga sukses.
Selamat merangkai keping-keping asa itu, buatlah seindah mungkin dan selaras dengan kata hatimu…
terkadang ada peristiwa kehidupan yang terjadi pada kita yang sama sekali tak kita ingini, tetapi peristiwa itu memeng harus terjadi dan mesti kita kita hadapi. suka atau tidak suka, sebenarnya tergantung bagaimana kita menyikapi itu semua.
o alah..., aq coment apa ya...
wahh aku sebenarnya pengen jadi no 1
Ada pepatah modif kesukaan saya, katanya:
"What doesn't kill you will make you stronger (or make you insane)"
Karena kamu adalah seorang penulis (buktinya, rajin nulis blog), maka nggak ada yang perlu ditakuti. Setiap pengalaman buruk, jelek, sedih, senang, seru ; semuanya adalah ASET! Ya, aset berharga yang bisa ditulis, dikreasikan, dan diolah menjadi sesuatu yang memberikan kamu keuntungan positif.
if there is no moment of weakness, there will be no strength.
Post a Comment
Makasih komentarnya :)